JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mengintensifkan pemeriksaan kelaikan sarana dan prasarana transportasi di seluruh moda menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, sebagai langkah strategis untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan selamat. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh terhadap transportasi darat, laut, udara, serta kereta api, sekaligus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait.
Fokus Pemeriksaan Menyeluruh di Semua Moda
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemeriksaan kelaikan atau ramp check menjadi langkah krusial untuk menjamin keselamatan para pemudik. “Kami melakukan ramp check atau uji kelaikan persiapan sarana prasarana berkaitan dengan moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api,” ujar Dudy. Pemeriksaan ini mencakup aspek teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung, sehingga risiko kecelakaan dan gangguan perjalanan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Selain sarana transportasi, Kemenhub juga melakukan pengecekan kondisi jalan tol dan jalan arteri nasional yang kerap menjadi jalur utama mudik. Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dilakukan untuk memastikan kualitas jalan, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya berada dalam kondisi layak dan aman dilalui jutaan pemudik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan menempuh perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.
Sinergi Antarlembaga dan Pengaturan Angkutan
Dalam pelaksanaannya, Kemenhub tidak bekerja sendiri. Sinergi erat dijalin bersama Korps Lalu Lintas Polri dan Direktorat Jenderal Bina Marga guna menyiapkan pengaturan lalu lintas dan angkutan selama periode mudik. Koordinasi lintas sektor ini mencakup pengaturan arus kendaraan, rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan, hingga penyediaan layanan darurat di jalur-jalur strategis.
Pemerintah juga berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan menghadirkan kebijakan diskon tarif transportasi serta program mudik gratis. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus mendorong masyarakat memilih moda transportasi umum yang lebih aman dan terorganisasi. Dengan demikian, kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya dapat ditekan, sehingga risiko kemacetan dan kecelakaan bisa diminimalkan.
Program Mudik Gratis Jangkau Puluhan Ribu Penumpang
Salah satu program unggulan yang kembali digulirkan adalah mudik gratis. Pada Lebaran 2026, Kemenhub menyiapkan 401 unit bus yang melayani rute menuju 34 kota di sembilan provinsi. Selain moda darat, fasilitas mudik gratis juga disediakan melalui angkutan laut dan kereta api, dengan kapasitas masing-masing 50.000 penumpang dan 28.182 penumpang.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman. Dengan tersedianya berbagai pilihan moda, pemudik dapat menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan dan tujuan, tanpa harus terbebani biaya tinggi. Pemerintah menilai bahwa mudik gratis juga menjadi salah satu cara efektif untuk menekan penggunaan sepeda motor jarak jauh, yang kerap berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Diskon Tarif Transportasi dan Stimulus Ekonomi
Tidak hanya mudik gratis, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi di berbagai moda. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa diskon tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi sebesar 17–18 persen akan diberlakukan pada periode 14–29 Maret 2026, dengan target menjangkau 3,3 juta penumpang. Selain itu, diskon tarif jasa kepelabuhanan sebesar 100 persen akan berlaku pada 12–31 Maret 2026, serta diskon tarif kapal penumpang sebesar 30 persen pada 11 Maret hingga 5 April 2026.
Pada moda kereta api, pemerintah juga menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 14–29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang. Seluruh stimulus ini dianggarkan sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban pemudik, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi nasional selama periode Lebaran.
Kesiapan Infrastruktur dan Pengaturan Waktu Kerja
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, pemerintah juga memberikan fleksibilitas penetapan hari kerja bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta. Kebijakan ini berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2025, sehingga masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanan dengan lebih leluasa. Pengaturan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pada hari-hari puncak mudik, sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Di sisi lain, Kemenhub terus memantau kesiapan infrastruktur pendukung seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun kereta api. Seluruh fasilitas tersebut dipastikan siap melayani lonjakan penumpang, baik dari segi kapasitas, keamanan, maupun pelayanan. Petugas juga disiagakan di berbagai titik strategis untuk memberikan informasi, bantuan, serta penanganan cepat apabila terjadi kendala di lapangan.
Komitmen Keselamatan dan Kenyamanan Pemudik
Keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian persiapan mudik Lebaran 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pemeriksaan kelaikan transportasi bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata untuk melindungi jutaan masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Dengan sarana yang laik jalan, infrastruktur yang memadai, serta dukungan kebijakan yang pro-pemudik, diharapkan tradisi mudik tahun ini dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Kemenhub juga mengimbau para operator transportasi dan pengemudi untuk mematuhi seluruh ketentuan keselamatan, mulai dari kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan fisik awak. Kesadaran kolektif dari seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan mudik yang aman dan berkeselamatan.
Melalui sinergi lintas sektor, penyediaan fasilitas mudik gratis, serta berbagai diskon tarif transportasi, pemerintah optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan perjalanan yang lebih nyaman, sehingga momen pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga dapat dinikmati dengan penuh ketenangan.