KEMENHUB

Kemenhub Datangkan Kapal Perintis Layani Kepulangan Santri Menuju Kangean

Kemenhub Datangkan Kapal Perintis Layani Kepulangan Santri Menuju Kangean
Kemenhub Datangkan Kapal Perintis Layani Kepulangan Santri Menuju Kangean

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah strategis dengan mendatangkan kapal perintis untuk melayani kepulangan santri dari sejumlah pondok pesantren di Situbondo, Jawa Timur, menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi laut yang aman, nyaman, dan memadai bagi para santri yang hendak pulang ke kampung halaman untuk menjalani masa libur Ramadhan.

Langkah tersebut dinilai sangat penting, mengingat jumlah santri yang akan melakukan perjalanan cukup besar, sementara ketersediaan armada kapal reguler dinilai belum mampu menampung lonjakan penumpang dalam waktu bersamaan. Kehadiran kapal perintis diharapkan mampu memberikan solusi transportasi yang layak, sekaligus menjamin keselamatan pelayaran selama proses kepulangan berlangsung.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Santri

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto, menjelaskan bahwa Kemenhub memfasilitasi kepulangan para santri dengan mendatangkan KM Sabuk Nusantara 74. Kapal perintis ini disiapkan untuk mengangkut santri dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju wilayah kepulauan di Madura, termasuk Pulau Kangean, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurut Herland, kebijakan mendatangkan kapal perintis diambil setelah pihaknya menerima surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah dari beberapa pondok pesantren di Situbondo. Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sehingga akhirnya diputuskan untuk mengoperasikan kapal perintis yang memiliki kapasitas besar.

“Beberapa waktu yang lalu kami mendapat surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah dari beberapa pondok pesantren di Situbondo, dan kami menindaklanjuti, alhamdulillah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 siap mengangkut para santri pulang kampung,” kata Herland di Situbondo, Selasa, 9 Februari 2026.

Kapasitas Besar Demi Keselamatan Pelayaran

Herland menambahkan, keputusan mendatangkan kapal perintis juga mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran. Armada kapal yang tersedia sebelumnya dinilai tidak memadai untuk mengangkut ribuan santri dalam waktu bersamaan. Kapal perintis, kata dia, memiliki kapasitas penumpang yang cukup besar, yakni dapat mencapai sekitar 500 orang dalam satu kali pelayaran.

Selain kapasitas yang memadai, kapal perintis juga dinilai lebih stabil dan aman untuk melintasi perairan menuju wilayah kepulauan, terutama pada musim cuaca yang tidak menentu. Dengan demikian, risiko terjadinya penumpukan penumpang maupun gangguan keselamatan dapat diminimalkan.

Herland menegaskan bahwa keselamatan para santri menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, setiap proses keberangkatan akan diawasi secara ketat, mulai dari pemeriksaan kelayakan kapal, kesiapan awak, hingga pengaturan jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.

Jadwal Kepulangan dan Perkiraan Jumlah Santri

Sesuai jadwal, kepulangan santri berjamaah dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, direncanakan berlangsung pada 9–10 Februari 2026. Rute utama yang dilayani adalah Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Herland mengungkapkan bahwa berdasarkan usulan panitia, jumlah santri yang akan menyeberang ke Pulau Kangean diperkirakan mencapai sekitar 800 orang. Jumlah tersebut belum termasuk santri dari pondok pesantren lain di Situbondo yang juga dijadwalkan pulang kampung pada momentum libur Ramadhan.

“Usulan dari panitia kepulangan santri berjamaah menjelang bulan Ramadhan 2026 rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ada sekitar 800 orang santri,” ujarnya.

Koordinasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Arus Mudik Santri

Untuk memastikan kelancaran proses kepulangan, KSOP Kelas IV Panarukan akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pengurus pondok pesantren, pemerintah daerah, dan instansi perhubungan. Koordinasi ini dilakukan guna memverifikasi data jumlah santri, mengatur jadwal keberangkatan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana di pelabuhan.

Herland menyebutkan bahwa jika mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah santri yang pulang kampung saat libur Ramadhan dapat mencapai sekitar 2.000 orang dari berbagai pondok pesantren di Situbondo. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat diperlukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendala teknis di lapangan.

“Kalau kami mengacu pada tahun sebelumnya, santri dari beberapa pesantren yang pulang kampung pada libur Ramadhan ada sekitar 2.000 orang,” kata Herland.

Peran Kapal Perintis dalam Layanan Transportasi Kepulauan

Pengoperasian kapal perintis dalam momen kepulangan santri ini menunjukkan peran strategis kapal perintis sebagai tulang punggung transportasi laut di wilayah kepulauan. Selain melayani rute-rute reguler, kapal perintis juga kerap diandalkan untuk mendukung mobilitas masyarakat pada masa-masa puncak perjalanan, seperti libur keagamaan dan musim mudik.

Kemenhub melalui program kapal perintis berupaya menjamin keterhubungan antarpulau, khususnya di daerah terpencil dan terluar. Kehadiran kapal perintis tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah kepulauan.

Dalam konteks kepulangan santri, layanan kapal perintis memberikan manfaat besar, karena memungkinkan perjalanan dilakukan secara serentak, terkoordinasi, dan lebih aman. Para santri dapat tiba di kampung halaman tepat waktu untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan bersama keluarga.

Harapan Kelancaran dan Keselamatan Pelayaran

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Kemenhub bersama KSOP dan instansi terkait berharap seluruh rangkaian kepulangan santri dapat berjalan lancar, tertib, dan aman. Pengawasan ketat akan terus dilakukan selama proses embarkasi dan debarkasi, serta sepanjang pelayaran menuju Pulau Kangean dan wilayah kepulauan lainnya.

Upaya ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan. Diharapkan, para santri dapat menikmati perjalanan pulang dengan nyaman, sehingga dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk di kampung halaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index