Indonesia dan Malaysia Sepakati Sinergi Olahraga dan Pembinaan Atlet Asia Tenggara

Kamis, 12 Februari 2026 | 13:17:33 WIB
Indonesia dan Malaysia Sepakati Sinergi Olahraga dan Pembinaan Atlet Asia Tenggara

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Muhammed Taufiq Johari, dalam sebuah pertemuan bilateral yang digelar pada 10 Februari 2026. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting antara kedua negara untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang olahraga serta pengembangan karakter kepemudaan, sebagai upaya bersama dalam meningkatkan prestasi olahraga di kawasan Asia Tenggara.

Perluas Kolaborasi untuk Prestasi dan Kepemudaan

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua menteri menekankan pentingnya sinergi yang lebih dalam antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam konteks pembangunan olahraga yang berkelanjutan. Erick menjelaskan bahwa hubungan personal yang kuat antara kedua pemimpin, termasuk pengalaman studi Taufiq Johari di Indonesia serta keterikatan budaya dan sosial, membantu memperlancar komunikasi dan memperkuat komitmen kerja sama.

Kesepakatan ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari peningkatan prestasi atlet sampai dengan pembentukan program pembinaan kepemudaan yang mampu membangun karakter generasi muda di kedua negara. Erick menekankan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga alat penting untuk membangun solidaritas sosial dan nilai-nilai kepemimpinan di kalangan pemuda.

Fokus Strategis pada SEA Games 2027

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persiapan menghadapi SEA Games 2027, di mana Malaysia akan menjadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Malaysia menargetkan diri menjadi juara umum, sehingga persaingan di ajang ini diprediksi akan sangat ketat, terutama antara Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Erick menilai bahwa persaingan ini akan menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk meningkatkan kualitas atlet serta memperkuat kerja sama di level regional.

Erick menjelaskan bahwa persiapan yang matang sejak jauh hari menjadi kunci untuk mempertahankan prestasi Indonesia dan menunjukkan bahwa atlet Asia Tenggara mampu menembus arena kompetisi internasional dengan kualitas yang kompetitif. Ia juga menekankan pentingnya menampilkan atlet terbaik sehingga kualitas tontonan dan jumlah penonton dapat meningkat secara signifikan.

Pembelajaran dari Program Dana Pensiun Atlet Malaysia

Selain membahas aspek prestasi juara dan persiapan kompetisi, keduanya juga berdiskusi mengenai aspek kesejahteraan atlet, khususnya program dana pensiun bagi atlet yang sudah menjalani masa karier kompetitif. Erick mengungkapkan bahwa dirinya melakukan studi banding terhadap program dana pensiun atlet yang telah diterapkan di Malaysia, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan jangka panjang kepada atlet Indonesia setelah pensiun.

Program ini dianggap penting karena tidak hanya berkaitan dengan prestasi di arena kompetisi, tetapi juga masa depan atlet secara sosial dan ekonomi. Diskusi ini menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya bertumpu pada kemenangan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan karier dan kesejahteraan para atlet yang telah mencurahkan masa muda mereka untuk prestasi nasional.

Sinergi Olahraga sebagai Proyek Regional

Kolaborasi tersebut mencerminkan perubahan fokus hubungan bilateral Indonesia-Malaysia dalam dunia olahraga; dari sekadar pertukaran kunjungan atau seremonial sampai kepada kerja sama substantif yang menjawab tantangan nyata dalam pembinaan atlet dan pembangunan karakter generasi muda. Upaya ini tidak hanya dipandang sebagai proyek bilateral semata, tetapi juga bagian dari strategi regional untuk memperkuat posisi Asia Tenggara dalam kancah olahraga internasional.

Kerja sama seperti ini, menurut para pengamat, dapat membuka lebih banyak peluang pertukaran pengalaman, pelatihan bersama, dan kolaborasi dalam riset olahraga (misalnya teknologi latihan atau gizi atlet), sehingga kapasitas atlet kedua negara bisa berkembang secara signifikan. Selain itu, hubungan yang lebih erat di bidang olahraga diharapkan dapat menciptakan jaringan lebih luas antara pelatih, atlet dan organisasi olahraga di kawasan ini.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Dengan adanya kesepakatan ini, Indonesia dan Malaysia berharap dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di level regional tetapi juga di pentas dunia, seperti Olimpiade atau kejuaraan global lain. Kerja sama yang dibangun juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi kepemudaan dalam olahraga, memperluas program pembinaan di level akar rumput, serta menciptakan model kolaborasi yang dapat menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN lain.

Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait harmonisasi program, alokasi dana, serta penyesuaian kebutuhan kedua negara yang memiliki dinamika sistem olahraga yang berbeda. Kedua negara perlu menyusun mekanisme koordinasi yang jelas agar kerja sama ini bisa berlanjut dalam jangka panjang dan memberi manfaat nyata bagi atlet dan masyarakat luas.

Dengan semangat yang sama, kedua menteri sepakat bahwa kolaborasi olahraga adalah investasi berharga bagi masa depan generasi muda di Asia Tenggara, serta bisa menjadi fondasi kuat bagi hubungan bilateral yang semakin erat antara Indonesia dan Malaysia melalui olahraga.

Terkini